Kalkulator Kesehatan
Kalkulator pembakaran kalori


Kalkulator pembakaran kalori

Lacak pembakaran kalori Anda dengan kalkulator kalori gratis kami. Perkirakan dengan cepat kalori Anda yang telah terbakar berdasarkan aktivitas dan durasi.

Hasil

377 kalori

Ada kesalahan dengan perhitungan Anda.

Daftar Isi

  1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kalori Anda Terbakar
  2. Massa Tubuh, Durasi Aktivitas, dan Intensitas
  3. Pengukuran Metabolic Equivalent of Task (MET)
  4. Basal Metabolic Rate (BMR)
  5. Usia, Jenis Kelamin, dan Massa Otot Seseorang
  6. Faktor Lingkungan
  7. Tingkat Kebugaran Saat Ini
  8. Status Hormon
  9. Kondisi Medis yang Sudah Ada Sebelumnya
  10. Cara Kerja Kalkulator Pembakaran Kalori Harian
  11. Memperkirakan Kalori Harian yang Terbakar itu Penting
    1. Meningkatkan Kesehatan Secara Keseluruhan
    2. Menetapkan Tujuan Realistis
    3. Melacak Kemajuan/Progres
    4. Memahami Dampak dari Berbagai Kegiatan
    5. Motivasi

Kalkulator pembakaran kalori

Sedang mencari alat yang efektif untuk melacak kemajuan kebugaran Anda? Selamat! Anda telah menemukan kalkulator pembakaran kalori kami.

Baik Anda melakukan aktivitas berjalan, berlari, atau bersepeda, kalkulator kalori ini memperkirakan kalori yang Anda bakar berdasarkan jenis dan durasi aktivitas Anda. Jadi, jika Anda sedang mencari cara yang bagus untuk melacak kemajuan kebugaran Anda, teruslah membaca untuk mempelajari lebih lanjut tentang kalkulator ini!

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kalori Anda Terbakar

Menentukan jumlah kalori yang dibakar melalui aktivitas fisik melibatkan pertimbangan berbagai faktor. Faktanya, kalkulator pembakaran kalori kami memperhitungkan beberapa elemen kunci, mulai dari berat badan dan durasi aktivitas Anda hingga Metabolic Equivalent of Task (MET). Pada bagian ini, kita akan melihat lebih dekat pada setiap faktor.

Massa Tubuh, Durasi Aktivitas, dan Intensitas

Berat badan seseorang memainkan peran penting dalam menentukan jumlah kalori yang dibakar, bahkan saat istirahat. Seseorang dengan proporsi otot, lemak, atau tinggi yang lebih tinggi akan membakar lebih banyak kalori. Ini juga terlihat selama aktivitas fisik, karena tubuh mengeluarkan lebih banyak energi untuk menopang orang yang lebih besar dibandingkan dengan yang lebih kecil. Oleh karena itu, seseorang dengan berat 200 pon akan membakar lebih banyak kalori dengan berlari sejauh 1 mil daripada seseorang dengan berat 100 pon, dengan asumsi semua kondisi lainnya sama.

Durasi latihan juga berdampak signifikan pada pembakaran kalori. Seiring bertambahnya durasi olahraga, jumlah kalori yang terbakar juga meningkat. Namun, intensitas latihan juga berperan. Misalnya, seseorang yang berjalan 1 mil dalam 1 jam akan membakar lebih sedikit kalori daripada seseorang yang berjalan 5 mil dalam waktu yang sama dengan intensitas yang lebih tinggi.

Pengukuran Metabolic Equivalent of Task (MET)

Ukuran intensitas yang paling akurat adalah melalui konsumsi oksigen selama berolahraga. Intensitas olahraga dan konsumsi oksigen memiliki korelasi langsung. Saat intensitas olahraga meningkat, begitu pula kadar oksigen yang dikonsumsi.

Konsumsi oksigen selama latihan, dibandingkan dengan konsumsi saat istirahat, memberikan gambaran yang jelas tentang kebutuhan metabolisme dari latihan tertentu. Selain itu, tidak seperti detak jantung, konsumsi oksigen terkait erat dengan massa tubuh, memungkinkan standar konsumsi oksigen ditetapkan untuk latihan khusus berdasarkan massa tubuh.

Konsumsi oksigen diukur dalam MET (metabolic equivalent of a task). Definisi asli MET didasarkan pada pemanfaatan oksigen dan massa tubuh. Ini mewakili rasio tingkat di mana seseorang mengeluarkan energi (relatif terhadap massa tubuhnya) saat melakukan tugas fisik tertentu dibandingkan dengan referensi. Referensinya adalah energi yang dikeluarkan oleh rata-rata orang saat duduk dengan tenang, kira-kira setara dengan 3,5 mL oksigen per kilogram per menit.

Para ilmuwan menemukan nilai ini secara eksperimental dengan mengukur MET seorang pria sehat berusia 40 tahun dengan berat 154 pon. Nilai MET 1 mewakili energi yang dikeluarkan oleh rata-rata orang saat istirahat, nilai 2 membutuhkan energi dua kali lebih banyak daripada yang dikeluarkan rata-rata orang saat istirahat, nilai 8 membutuhkan energi delapan kali lebih banyak, dan seterusnya.

Latihan umumnya diklasifikasikan sebagai latihan intensitas ringan, intensitas sedang, atau intensitas kuat. Latihan intensitas tinggi memiliki MET yang lebih tinggi. Misalnya, berjalan perlahan adalah latihan intensitas ringan dengan 2,0 MET, bermain ganda dalam tenis adalah latihan intensitas sedang dengan 5,0 MET, dan dengan kecepatan 100 lompatan per menit sementara lompat tali adalah latihan intensitas tinggi. dengan 11,0 MET.

Basal Metabolic Rate (BMR)

Basal metabolic rate (BMR) adalah jumlah energi yang dikeluarkan oleh tubuh saat istirahat untuk mempertahankan fungsi dasar penunjang kehidupan seperti pernapasan dan sirkulasi. Ini bertanggung jawab atas sebagian besar kalori yang dibakar seseorang dalam sehari dan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti massa otot, usia, tinggi badan, dan berat badan.

Seseorang dengan BMR yang lebih tinggi membakar lebih banyak kalori saat istirahat daripada seseorang dengan BMR yang lebih rendah. Oleh karena itu, jika seseorang ingin meningkatkan jumlah kalori yang dibakar, mereka dapat meningkatkan BMR melalui aktivitas seperti latihan kekuatan dan pembentukan otot.

Usia, Jenis Kelamin, dan Massa Otot Seseorang

Usia, jenis kelamin, dan massa otot seseorang dapat memengaruhi jumlah kalori yang dibakar selama aktivitas fisik.

  • Usia: Seiring bertambahnya usia, tubuh mereka mungkin tidak seefisien dalam membakar kalori selama berolahraga. Hal ini disebabkan karena penurunan alami massa otot seiring bertambahnya usia.
  • Massa otot: Semakin banyak otot yang dimiliki seseorang, semakin banyak kalori yang akan dibakar selama aktivitas fisik. Hal ini karena jaringan otot lebih aktif secara metabolik daripada jaringan lemak, artinya membutuhkan lebih banyak energi untuk bergerak. Inilah mengapa latihan kekuatan dan pembentukan otot dapat meningkatkan jumlah kalori yang terbakar.
  • Jenis Kelamin: Pria cenderung membakar lebih banyak kalori daripada wanita selama aktivitas fisik karena memiliki massa otot yang lebih tinggi dan persentase massa otot tanpa lemak yang lebih tinggi. Pria juga memiliki metabolisme yang lebih tinggi daripada wanita, yang berarti mereka membakar lebih banyak kalori saat istirahat dan beraktivitas.

Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan, seperti suhu, ketinggian, dan kelembapan, juga dapat berperan dalam jumlah kalori yang terbakar selama aktivitas fisik.

  • Suhu: Saat berolahraga di suhu panas, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mendinginkan diri, yang dapat meningkatkan jumlah kalori yang terbakar. Namun, berolahraga dalam suhu yang sangat panas atau dingin juga bisa berbahaya dan mungkin menyulitkan seseorang untuk mempertahankan tingkat intensitas yang mereka butuhkan untuk membakar kalori dalam jumlah yang signifikan.
  • Ketinggian: Dengan meningkatnya ketinggian, konsentrasi oksigen di udara menurun, sehingga lebih sulit bagi tubuh untuk mendapatkan oksigen yang dibutuhkan selama aktivitas fisik. Tubuh mungkin harus meningkatkan laju metabolisme untuk memfasilitasi pengiriman oksigen ke otot dan mempertahankan produksi energi. Hal ini dapat mengakibatkan pengeluaran kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan melakukan aktivitas yang sama di permukaan laut. Namun, sejauh mana kalori tambahan yang dibakar sangat bervariasi di antara individu dan aklimatisasi terhadap ketinggian dapat mengurangi efek ini dari waktu ke waktu.
  • Kelembaban: Kelembapan yang tinggi dapat mempersulit tubuh untuk mendinginkan dirinya sendiri, yang dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar selama aktivitas fisik. Namun, hal itu juga bisa membuat sulit bernafas, yang bisa mengurangi intensitas dan durasi olahraga, sehingga mengurangi jumlah kalori yang terbakar. Kelembaban yang rendah dapat memudahkan tubuh untuk mendinginkan diri, tetapi juga dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat berbahaya dan juga dapat mempersulit mempertahankan olahraga intensitas tinggi.

Tingkat Kebugaran Saat Ini

Tingkat kebugaran seseorang dapat berdampak pada intensitas latihan mereka dan jumlah kalori yang mereka bakar. Seseorang yang kondisi fisiknya lebih baik akan membakar lebih sedikit kalori saat melakukan latihan yang sama dengan seseorang yang kurang fit. Hal ini disebabkan tubuh seseorang yang lebih bugar lebih efisien dan membutuhkan lebih sedikit energi untuk melakukan aktivitas yang sama.

Status Hormon

Tingkat hormon juga dapat berperan dalam jumlah kalori yang terbakar selama aktivitas fisik. Kehamilan, misalnya, menyebabkan pergeseran kadar hormon wanita dan dapat memengaruhi jumlah kalori yang dibakar. Wanita hamil sering mengalami peningkatan nafsu makan, yang dapat mempersulit mempertahankan defisit kalori, sehingga lebih sulit membakar kalori.

Menopause adalah perubahan hormonal lain yang dapat mempengaruhi jumlah kalori yang terbakar. Saat wanita mengalami menopause, kadar estrogen mereka menurun, yang dapat menyebabkan penurunan massa otot dan peningkatan lemak tubuh. Ini dapat menyebabkan pengurangan jumlah kalori yang terbakar selama aktivitas fisik.

Kondisi Medis yang Sudah Ada Sebelumnya

Kondisi medis tertentu juga dapat memengaruhi jumlah kalori yang terbakar selama aktivitas fisik.

  • Gangguan tiroid: Kelenjar tiroid bertanggung jawab untuk mengatur metabolisme, sehingga bila tidak berfungsi dengan baik, dapat menyebabkan metabolisme lebih lambat, yang berarti lebih sedikit kalori yang terbakar. Orang dengan hipotiroidisme, atau tiroid yang kurang aktif, mungkin merasa lebih sulit untuk menurunkan berat badan dan membakar kalori.
  • Diabetes: Penderita diabetes mungkin mengalami kesulitan membakar kalori karena resistensi insulin, yang dapat membuat tubuh lebih sulit menggunakan glukosa untuk energi. Ini dapat menyebabkan seseorang membakar lebih sedikit kalori selama aktivitas fisik.
  • Kondisi Kardiovaskular: Beberapa kondisi kardiovaskular dapat mempersulit seseorang untuk melakukan olahraga intensitas tinggi, yang dapat mengurangi jumlah kalori yang terbakar.

Cara Kerja Kalkulator Pembakaran Kalori Harian

Kalkulator kami menggunakan rumus berikut untuk memperkirakan kalori yang terbakar:

Kalori = (Waktu × MET × Berat Badan) / 200

Prinsip di balik penggunaan kalkulator pembakaran kalori didasarkan pada gagasan bahwa aktivitas fisik membutuhkan energi dan energi diukur dalam kalori. Semakin intens aktivitas dan semakin lama dilakukan, semakin banyak kalori yang dibakar.

Kalkulator pembakaran kalori menggunakan data dari studi ilmiah untuk menentukan metabolic equivalent of a task (MET) untuk berbagai aktivitas. MET adalah rasio energi yang dikeluarkan selama aktivitas terhadap energi yang dikeluarkan saat istirahat. Nilai ini kemudian digunakan bersamaan dengan durasi aktivitas dan berat badan seseorang untuk memperkirakan jumlah kalori yang terbakar.

Penting untuk diperhatikan bahwa perkiraan yang diberikan oleh kalkulator metabolisme hanyalah perkiraan, dan hasil individu dapat bervariasi. Faktor-faktor seperti tingkat kebugaran seseorang, kadar hormon, dan kondisi medis dapat memengaruhi jumlah kalori yang terbakar.

Itu selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional perawatan kesehatan sebelum memulai rutinitas olahraga apa pun.

Memperkirakan Kalori Harian yang Terbakar itu Penting

Ada banyak alasan seseorang harus memperhatikan perkiraan kalori harian mereka yang terbakar. Berikut adalah beberapa alasan utama:

Meningkatkan Kesehatan Secara Keseluruhan

Menjaga berat badan yang sehat sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan Anda secara keseluruhan. Dengan memahami jumlah kalori yang dibakar pada siang hari, seseorang dapat membuat keputusan tentang diet dan rutinitas olahraga yang dapat membantu mereka mempertahankan berat badan yang sehat dan meningkatkan kesehatan mereka secara keseluruhan.

Yang benar adalah bahwa aktivitas fisik secara teratur dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan jenis kanker tertentu. Dengan memahami berapa banyak kalori yang dibakar pada siang hari, seseorang dapat memastikan bahwa mereka mendapatkan aktivitas fisik yang cukup untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Menetapkan Tujuan Realistis

Mengetahui jumlah kalori yang terbakar di siang hari dapat membantu seseorang menetapkan tujuan yang realistis untuk menurunkan berat badan atau mengatur berat badan. Misalnya, jika seseorang membakar 2000 kalori per hari, mereka dapat menetapkan sasaran untuk membakar 500 kalori tambahan melalui olahraga untuk menciptakan defisit kalori.

Melacak Kemajuan/Progres

Melacak jumlah kalori yang terbakar sepanjang hari juga dapat membantu seseorang melacak kemajuannya dan menyesuaikan rutinitasnya sesuai kebutuhan.

Memahami Dampak dari Berbagai Kegiatan

Mengetahui berapa banyak kalori yang dibakar selama berbagai aktivitas dapat membantu seseorang memilih aktivitas yang akan membantu mereka mencapai tujuan dengan lebih efisien.

Motivasi

Melihat jumlah kalori yang terbakar di siang hari dapat memotivasi dan dapat membantu seseorang untuk tetap berkomitmen pada tujuan penurunan berat badan atau pengelolaan berat badan.