Tidak ada hasil yang ditemukan
Kami tidak dapat menemukan apa pun dengan istilah itu saat ini, coba cari sesuatu yang lain.
Gunakan kalkulator Konverter Notasi Ilmiah untuk mengubah angka ke bentuk standar, e-notasi, notasi teknik, dan bentuk kata secara instan. Coba sekarang!
| Hasil | |
|---|---|
| Notasi Ilmiah | 3.456 × 1011 |
| Notasi E | 3.456e+11 |
| Notasi Teknik | 345.6 × 109 |
| Bentuk Standar | 3.456 × 1011 |
| Angka Nyata | 345600000000 |
| Bentuk Kata | tiga ratus empat puluh lima miliar enam ratus juta |
Ada kesalahan dengan perhitungan Anda.
Kalkulator notasi ilmiah kami siap membantu Anda mengonversi angka yang dimasukkan menjadi berbagai format berikut:
Selain itu, kalkulator matematika ini juga akan mengidentifikasi orde besaran (order of magnitude) dari angka tersebut untuk penulisan dalam notasi ilmiah dan bentuk standar.
Untuk menggunakan konverter notasi ilmiah ini, cukup masukkan angka yang diinginkan dan klik tombol "Hitung." Sistem kalkulator akan menampilkan hasil konversi angka tersebut ke dalam semua format yang telah disebutkan di atas, beserta dengan orde besarannya.
Harap diperhatikan bahwa kalkulator notasi ini hanya menerima format angka berikut sebagai input: bilangan bulat, desimal, angka dalam notasi ilmiah atau bentuk standar, angka dalam notasi teknik, serta e-notasi ilmiah. Input berupa pecahan (fractions) maupun angka dalam bentuk kata tidak dapat diproses.
Untuk memasukkan angka dalam format notasi ilmiah, gunakan simbol sirkumfleks (tanda sisipan) ^ untuk mewakili pangkat 10, misalnya 3 × 10^5.
Untuk mengosongkan kolom input Anda, silakan tekan "Hapus."
Mari kita pahami lebih lanjut mengenai format notasi khusus yang dihasilkan oleh kalkulator ini.
Notasi ilmiah adalah metode yang sangat ideal untuk menuliskan angka yang sangat besar maupun sangat kecil secara ringkas. Bentuk umum angka dalam notasi ilmiah dituliskan sebagai berikut:
a×10ᵇ
Di mana nilai mutlak (modulus) a lebih besar dari atau sama dengan 1 dan kurang dari 10:
1≤|a|<10
Nilai b merupakan bilangan bulat (integer). Perlu diingat bahwa bilangan bulat mencakup angka positif DAN negatif, sehingga pangkat 10 bisa bernilai positif maupun negatif. Jika pangkat 10 bernilai positif, notasi ilmiah tersebut mewakili angka yang lebih besar dari atau sama dengan 10. Sebaliknya, jika pangkat 10 bernilai negatif, notasi ilmiah mewakili angka yang lebih kecil dari 1. Apabila pangkat 10 adalah nol, notasi ilmiah mewakili angka yang lebih besar dari atau sama dengan 1 dan kurang dari 10.
Sebagai contoh, 86.000.000 dapat ditulis sebagai 8,6×10⁷, angka 0,00056 menjadi 5,6×10⁻⁴, dan 7,8 tetap diekspresikan sebagai 7,8×10⁰ .
Untuk mengonversi dan menyatakan angka ke dalam bentuk notasi ilmiah a×10ᵇ, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
Pindahkan tanda desimal (koma) ke posisi di mana hanya tersisa satu digit angka di sebelah kiri tanda desimal tersebut. Misalnya, jika Anda memiliki angka 654,7, Anda perlu memindahkan koma ke antara angka 6 dan 5 sehingga menjadi 6,547. Angka yang dihasilkan ini (6,547 dalam contoh kita) merupakan nilai A.
Hitung jumlah pergeseran tanda desimal dan tentukan arah pergerakannya. Jumlah pergeseran ini akan menjadi nilai mutlak dari b, yaitu pangkat 10 dari angka tersebut. Arah pergeseran akan menentukan tanda pada B. Jika tanda desimal bergeser ke kiri, B bernilai positif: b>0. Jika tanda desimal bergeser ke kanan, B bernilai negatif: b<0. Pada contoh sebelumnya, kita menggeser tanda desimal (koma) 2 langkah ke kiri. Oleh karena itu, b=2.
Gabungkan dan tuliskan angka tersebut ke dalam format notasi ilmiah. Melanjutkan contoh sebelumnya:
654,7=6,547×10²
0,0007800=7,800×10⁻⁴
Pada kasus ini, kita tidak menghilangkan angka nol di belakang karena mereka sudah berada setelah tanda desimal pada bilangan aslinya. Namun, perhatikan contoh berikut:
38.000=3,8000×10⁴=3,8×10⁴
Di sini, angka nol di akhir dapat dihilangkan karena pada bilangan aslinya, posisi mereka berada sebelum tanda desimal.
Harap diperhatikan bahwa apabila angka nol di akhir berada di sebelum DAN sesudah tanda desimal pada bilangan aslinya, seluruh angka nol tersebut harus dipertahankan pada penulisan akhirnya. Sebagai contoh:
4000,000=4,000000×10³
E-notasi ilmiah merupakan alternatif penulisan dari notasi ilmiah standar. Format bilangan a×10ᵇ dalam e-notasi akan dituliskan sebagai aeb. Untuk mengonversi angka ke dalam e-notasi ilmiah, ubahlah angka tersebut ke notasi ilmiah standar terlebih dahulu, lalu ganti bagian ×10ᵇ menjadi eb. Sebagai contoh:
26.000=2,6000×10⁴=2,6×10⁴=2,6e4
Format e-notasi ilmiah ini sangat sering digunakan dalam pemrograman atau komputasi di mana format superskrip (pangkat atas) maupun simbol sirkumfleks tidak tersedia.
Notasi teknik (engineering notation) memiliki konsep yang serupa dengan notasi ilmiah, namun dengan batasan tambahan di mana nilai B (pangkat 10) harus berupa kelipatan 3 (misalnya 3, 6, 9, dst.). Karena aturan tersebut, nilai mutlak A dalam notasi teknik berada pada rentang berikut: 1≤|a|<1000.
Format notasi teknik sangat lazim digunakan dalam komunikasi sains dan rekayasa karena pangkat kelipatan 3 sangat selaras dengan awalan metrik (metric prefixes). Misalnya, 35×10⁻⁹ dapat langsung ditulis sebagai 35ns (dibaca 35 nanodetik). Praktik ini jauh lebih ringkas dan mudah dipahami dibandingkan menggunakan bentuk standar notasi ilmiah seperti 3,5×10⁻⁸, yang harus dibaca sebagai "3,5 kali sepuluh pangkat minus delapan detik".
Bentuk standar pada dasarnya merupakan sebutan lain untuk notasi ilmiah. Oleh karena itu, representasi angka dalam bentuk standar akan terlihat sama persis dengan angka dalam notasi ilmiah, yaitu: a×10ᵇ.
Ubahlah angka yang diberikan di bawah ini ke dalam berbagai format: notasi ilmiah, e-notasi ilmiah, notasi teknik, bentuk standar, bentuk bilangan asli, dan bentuk kata. Tentukan juga orde besaran (order of magnitude) dari bilangan tersebut!
Diketahui angka: 654,901
Solusi dan Pembahasan:
Untuk mulai mengonversi bilangan ini ke dalam notasi ilmiah, langkah pertama adalah mengidentifikasi nilai dari A:
a=6,54901
Untuk mendapatkan nilai A tersebut, kita harus menggeser tanda desimal (koma) sebanyak dua langkah ke kiri. Dari pergeseran ini, kita mengetahui bahwa b=2.
Dengan menggabungkan nilai-nilai tersebut ke dalam format notasi ilmiah, diperoleh hasil:
6,54901×10²
Jika dikonversi ke dalam e-notasi ilmiah, penulisannya menjadi sebagai berikut:
6,54901e2
Untuk notasi teknik, nilai B dibatasi hanya pada kelipatan 3. Mengingat pada kasus ini b<3, kita harus menuliskannya menggunakan b=0 agar nilai fisik yang bersangkutan tidak menggunakan awalan metrik apa pun. Maka, angka dalam notasi teknik akan terlihat seperti ini:
654,901×10⁰
Bentuk standar merupakan istilah lain dari notasi ilmiah, sehingga bentuk penulisan angkanya pun identik:
6,54901×10²
Adapun bentuk bilangan asli (riil)-nya tetap sama seperti angka awal:
654,901
Sementara itu, apabila diuraikan ke dalam bentuk kata, angka tersebut dibaca sebagai:
enam ratus lima puluh empat koma sembilan nol satu
Terakhir, orde besaran dari sebuah bilangan ditentukan oleh pangkat 10 dalam notasi ilmiahnya. Jadi, pada kasus kita kali ini, orde besarannya adalah 2.