Tidak ada hasil yang ditemukan
Kami tidak dapat menemukan apa pun dengan istilah itu saat ini, coba cari sesuatu yang lain.
Gunakan Kalkulator Jarak online untuk menghitung jarak antara dua titik di bidang 2D, 3D, dan permukaan Bumi dengan cepat dan akurat. Coba gratis sekarang!
Hasil
d = 26.19637
Ada kesalahan dengan perhitungan Anda.
Kalkulator jarak ini dirancang untuk membantu Anda menghitung jarak antara dua titik dalam ruang dua dimensi (bidang 2D) maupun tiga dimensi (ruang 3D). Selain itu, Anda juga dapat mengukur jarak antara dua lokasi berdasarkan titik koordinat (garis lintang dan bujur) atau menentukannya langsung secara interaktif pada peta dunia. Kami menyediakan empat jenis kalkulator dalam halaman ini:
Khusus untuk Kalkulator Jarak 2D, alat ini juga dilengkapi fitur tambahan untuk menentukan persamaan garis, mencari nilai kemiringan (gradien), serta menghitung sudut garis yang menghubungkan kedua titik tersebut.
Gunakan kalkulator ini untuk mencari jarak antara dua titik pada bidang 2D: titik 1 dengan koordinat (X₁, Y₁) dan titik 2 dengan koordinat (X₂, Y₂). Untuk mulai menghitung, cukup masukkan koordinat kedua titik tersebut ke dalam kolom yang tersedia, lalu klik tombol "Hitung".
Kalkulator akan menampilkan hasil akhir beserta langkah-langkah penyelesaian yang terperinci dan representasi grafis dari kedua titik pada bidang koordinat. Tak hanya itu, Anda juga bisa mengetahui kemiringan, sudut garis yang menghubungkan kedua titik, serta persamaan garis liniernya.
Untuk mengosongkan semua kolom, klik tombol "Hapus".
Kalkulator ini berfungsi untuk menghitung jarak antara dua titik di dalam ruang 3D: titik 1 dengan koordinat (X₁, Y₁, Z₁) dan titik 2 dengan koordinat (X₂, Y₂, Z₂). Cukup masukkan koordinat masing-masing titik ke dalam kolom yang disediakan, lalu klik "Hitung". Kalkulator akan memberikan hasil perhitungan yang akurat lengkap dengan penjabaran solusinya. Untuk memulai ulang atau mengosongkan kolom, klik "Hapus".
Kalkulator ini sangat berguna untuk mengukur jarak antara dua lokasi di permukaan bumi berdasarkan titik koordinat yang diketahui (garis lintang dan garis bujur). Perhitungan dilakukan antara titik 1 dan titik 2 dengan asumsi bahwa bentuk geometris Bumi menyerupai elipsoid, menggunakan Rumus Lambert. Untuk menggunakan fitur ini, masukkan nilai Lintang 1, Bujur 1 dan Lintang 2, Bujur 2 ke dalam kolom yang sesuai, lalu tekan "Hitung". Kalkulator akan langsung menampilkan jarak antar koordinat dalam satuan kilometer (km) dan mil (miles).
Koordinat lokasi dapat dimasukkan menggunakan format berikut:
Fitur ini memudahkan Anda menemukan jarak antara dua lokasi di permukaan Bumi secara visual. Sama seperti kalkulator koordinat, perhitungannya didasarkan pada pemodelan Bumi elipsoid dengan menerapkan rumus Lambert.
Cara menggunakannya sangat mudah: cukup pilih atau klik dua titik langsung pada peta interaktif yang tersedia. Kalkulator akan secara otomatis mendeteksi titik koordinat (dalam format desimal) dari lokasi yang Anda pilih dan menghitung jaraknya dalam satuan kilometer maupun mil.
Untuk menghapus pilihan lokasi, tekan tombol "Hapus."
Catatan: Semua kalkulator di atas mendukung angka bulat, angka desimal, maupun angka dalam notasi ilmiah (e-notation) sebagai input pengerjaannya.
Pada semua rumus matematika yang disajikan di bawah ini, jarak dilambangkan dengan huruf d.

Jarak antara dua titik dengan koordinat (X₁, Y₁) dan (X₂, Y₂) pada bidang dua dimensi dihitung dengan menerapkan Teorema Pythagoras melalui rumus berikut:
$$d=\sqrt{(X₂ - X₁)²+(Y₂ - Y₁)²}$$
Konsep rumus di atas dapat diekstrapolasi (diperluas) ke dalam ruang 3 dimensi. Untuk mencari jarak antara titik 1 dengan koordinat (X₁, Y₁, Z₁) dan titik 2 dengan koordinat (X₂, Y₂, Z₂), gunakan persamaan berikut:
$$d=\sqrt{(X₂ - X₁)²+(Y₂ - Y₁)²+(Z₂ - Z₁)²}$$
Pada bagian ini, kita akan menggunakan simbol berikut: ϕ untuk garis lintang (latitude) dan λ untuk garis bujur (longitude). Sebuah lokasi atau titik dengan Lintang 1 dan Bujur 1 akan dituliskan sebagai (ϕ₁, λ₁).
Untuk mengukur jarak antara dua lokasi di Bumi, kita menghitung kurva jarak di sepanjang permukaan planet tersebut. Oleh karena itu, kita harus memilih model perkiraan bentuk Bumi. Terdapat tiga model pendekatan yang paling umum digunakan:
$$d=2r\ arcsin\sqrt{hav(φ₂-φ₁ )+(1-hav(φ₁-φ₂ )-hav(φ₁+φ₂ ))× hav(λ₂-λ₁)}$$
$$d=2r\ arcsin\left( \sqrt{(sin²\left( \frac{φ₂-φ₁}{2} \right)+cos\ φ₁×cos\ φ₂ × sin²\left( \frac{λ₂-λ₁}{2} \right)}\right)$$
Di mana r – adalah jari-jari bola planet yang sedang dihitung (dalam kasus ini, jari-jari rata-rata Bumi).
d = a (σ – f/2(X + Y))
Di mana a – adalah jari-jari ekuator elipsoid (Bumi), dan σ – adalah sudut pusat antara titik 1 (β₁, λ₁) dan titik 2 (β₂, λ₂) dalam satuan radian. Sudut pusat ini dihitung menggunakan rumus Haversine yang telah dijelaskan di atas, dengan asumsi bahwa garis bujur pada model bola dan elipsoid bernilai sama. Variabel X dan Y dihitung menggunakan rumus berikut:
$$X=(σ-sinσ)\frac{sin²P\ cos²Q}{cos²\frac{σ}{2}}$$
$$Y=(σ-sinσ)\frac{cos²P\ sin²Q}{sin²\frac{σ}{2}}$$
di mana, P = (β₁ + β₂)/2 dan Q = (β₂ – β₁)/2
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menerapkan konsep perhitungan jarak 2D maupun 3D tanpa kita sadari. Beberapa contohnya meliputi:
Sementara itu, pengukuran jarak menggunakan titik koordinat (lintang dan bujur) maupun kalkulator jarak pada peta memiliki peran yang sangat krusial di dunia navigasi. Sistem navigasi pesawat sering kali menggunakan perhitungan ini untuk merencanakan rute penerbangan terpendek dari titik A ke titik B. Karena pesawat melintasi dan terbang di atas permukaan Bumi yang berbentuk elipsoid – rumusan matematis yang mengatur sistem ini adalah aplikasi langsung dari rumus Lambert!