Tidak ada hasil yang ditemukan
Kami tidak dapat menemukan apa pun dengan istilah itu saat ini, coba cari sesuatu yang lain.

Gunakan Kalkulator Kemiringan untuk menghitung gradien, sudut, dan panjang garis secara instan. Solusi akurat dan cepat untuk matematika dan teknik!
| Kemiringan | |
|---|---|
| Kemiringan (m) | 1.75 |
| Sudut (θ) | 1.05165rad atau 60.25512° |
| Jarak (d) | 8.062258 |
| Delta x (Δx) | 4 |
| Delta y (Δy) | 7 |
Ada kesalahan dengan perhitungan Anda.
Terakhir diperbarui: 3 Juni 2026
Kalkulator kemiringan atau kalkulator gradien adalah alat online praktis yang memudahkan Anda untuk menghitung kemiringan suatu garis lurus. Dalam konsep matematika, kemiringan sebuah garis didefinisikan sebagai rasio perubahan pada koordinat vertikal (koordinat y) berbanding dengan perubahan pada koordinat horizontal (koordinat x).

Kemiringan garis umumnya dilambangkan dengan huruf m. Plot grafik di atas secara visual menunjukkan semua notasi yang digunakan di dalam kalkulator ini. Alat pencari kemiringan ini dapat memproses perhitungan dalam dua skenario yang berbeda:
Ketika koordinat dua titik pada suatu garis telah diketahui. Pada grafik, kedua titik tersebut memiliki titik koordinat (x₁,y₁) dan (x₂,y₂). Dalam kasus ini, kalkulator akan secara otomatis mencari nilai kemiringan garis, m.
Jika Anda hanya mengetahui koordinat dari satu titik (x₁,y₁), jarak d, dan nilai kemiringan suatu garis, kalkulator akan membantu menghitung letak koordinat dari titik kedua pada garis tersebut, (x₂,y₂).
Dalam kedua skenario di atas, kalkulator gradien ini juga akan menghitung dan menampilkan nilai karakteristik garis lainnya yang belum diketahui: perubahan horizontal ∆x, perubahan vertikal ∆y, sudut kemiringan $\theta$, serta panjang garis atau jarak, d.
Pertama, identifikasi nilai-nilai yang sudah Anda ketahui dan pilih mode kalkulator yang sesuai. Jika koordinat kedua titik pada garis sudah diketahui secara pasti, pilih opsi “Jika 2 Titik diketahui.”
Apabila Anda hanya memiliki titik koordinat dari salah satu titik, Anda perlu memasukkan nilai jarak, d, dan kemiringan garis, m, untuk dapat melakukan perhitungan. Dalam situasi ini, pilih opsi “Jika 1 Titik dan Kemiringan diketahui.”
Masukkan koordinat titik yang diketahui ke dalam kolom input yang tersedia, lalu tekan tombol “Hitung.” Kalkulator matematika ini akan langsung menampilkan informasi akurat berikut ini:
Selain memberikan hasil akhir, kalkulator ini juga akan menjabarkan rumus yang digunakan untuk menentukan kemiringan beserta langkah-langkah pencarian karakteristik garis lainnya. Anda akan melihat persamaan garis lurus yang sesuai, lengkap dengan plot garis secara skematis untuk memudahkan representasi visual Anda.
Untuk mengosongkan semua kolom input, cukup tekan tombol “Hapus.”
Masukkan koordinat titik, jarak, dan nilai kemiringan yang telah diketahui ke kolom yang relevan. Perlu dicatat bahwa sebagai alternatif dari nilai kemiringan m, Anda juga dapat menggunakan nilai “sudut kemiringan (theta atau θ).” Nilai θ harus diinput dalam satuan derajat. Anda hanya perlu memasukkan salah satu dari nilai ini (baik m maupun θ). Misalkan nilai m dan θ sama-sama diinput. Dalam kasus tersebut, kalkulator akan memprioritaskan kemiringan m sebagai dasar perhitungan dan mengabaikan nilai θ.
Tekan tombol “Hitung.” Kalkulator akan memberikan hasil analisis yang komprehensif, meliputi: koordinat titik kedua (x₂,y₂), perubahan horizontal ∆x, perubahan vertikal ∆y, dan panjang garis d. Jika Anda menggunakan kemiringan m dalam perhitungan, alat ini akan turut menghasilkan nilai sudut θ. Sebaliknya, jika Anda menggunakan sudut kemiringan θ, kalkulator akan menampilkan hasil nilai m. Tidak hanya itu, kalkulator ini akan merumuskan persamaan garis terkait dan memplot grafik secara presisi.
Untuk mengosongkan semua kolom input, cukup tekan tombol “Hapus.”
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kemiringan atau gradien sebuah garis lurus didefinisikan sebagai perubahan posisi koordinat vertikal (koordinat y) yang dibagi dengan perubahan posisi koordinat horizontal (koordinat x):
$$m=\frac{y₂-y₁}{x₂-x₁}=\frac{∆y}{∆x}=tanθ$$
Persamaan matematika di atas dikenal sebagai rumus kemiringan. Kita bisa memanfaatkannya untuk mencari tingkat kemiringan suatu garis jika koordinat dari dua titik pada garis tersebut telah diketahui. Kemiringan garis sangat identik dengan variabel m, yang berfungsi mendeskripsikan arah sekaligus tingkat kecuraman suatu garis:
Jika garis naik dari arah kiri ke kanan, maka y₂>y₁ ketika x₂>x₁. Kemiringannya akan selalu bernilai positif, m>0. Kondisi ini umum disebut sebagai garis menaik (ascending).
Jika garis turun dari arah kiri ke kanan, maka y₂<y₁ ketika x₂>x₁. Kemiringannya akan bernilai negatif, m<0. Kondisi ini menandakan bahwa garis tersebut menurun (descending).
Jika bentuk garisnya horizontal (mendatar), maka y₂=y₁ dan y₂-y₁=0. Sehingga, nilai kemiringannya akan sama dengan nol: m=0.
Jika bentuk garisnya vertikal (tegak lurus), maka x₂=x₁ dan x₂-x₁=0. Rumus kemiringan ini akan memiliki angka nol pada penyebutnya, yang berarti kemiringan garis tidak terdefinisi (undefined).
Kita dapat merumuskan berbagai bentuk persamaan linear ke dalam format standar berikut ini:
$$y=mx+b$$
Format persamaan linear ini disebut sebagai bentuk gradien-intersep (slope-intercept form). Plot grafik dari persamaan ini akan membentuk sebuah garis lurus, di mana m mewakili kemiringan (gradien) garis. Sedangkan b adalah titik koordinat di mana grafik tersebut memotong sumbu y. Nilai b ini sering disebut sebagai $y-intercept$ (titik potong y) dari sebuah garis, karena nilai y=b ketika x=0.
Apabila koordinat satu titik pada garis dan kemiringannya sudah diketahui, kita bisa menyusun persamaan garis menggunakan bentuk titik-gradien (point-slope form):
$$y-y₁=m(x-x₁)$$
Bentuk persamaan linear yang satu ini sangat efektif dan bermanfaat untuk mempermudah pencarian letak $y-intercept$ dari sebuah garis.
Mari kita asumsikan bahwa kita sudah mengetahui letak koordinat dari dua titik pada suatu garis lurus.
Diketahui:
$$x₁=1$$
$$y₁=1$$
$$x₂=9$$
$$y₂=25$$
Pertama-tama, mari kita cari nilai kemiringan garis ini:
$$m=\frac{y₂-y₁}{x₂-x₁}=\frac{∆y}{∆x}$$
$$m=\frac{25-1}{9-1}=\frac{24}{8}=3$$
$$m=3$$
Langkah selanjutnya, kita akan mencari nilai karakteristik lain dari garis tersebut. Kita tahu bahwa m=tanθ. Oleh sebab itu, kita bisa menemukan besaran sudut kemiringan θ sebagai berikut:
$$\theta=\arctan{\left(m\right)}= arctan\frac{∆x}{∆y} = 71,565051177078°$$
Kemudian, kita hitung jarak perubahannya:
$$∆x=9-1=8$$
$$∆y=25-1=24$$
Kita bisa menemukan panjang jarak d dengan menerapkan teorema Pythagoras. Teorema ini membuktikan bahwa kuadrat dari panjang sisi miring (hipotenusa) akan selalu sama dengan jumlah kuadrat dari panjang sisi-sisi tegak lurus pada sebuah segitiga siku-siku.

Dengan mengaplikasikan teorema Pythagoras ke bangun segitiga kita, kita akan mendapatkan:
$$d^2=∆x2+∆y2$$
Karena itu,
$$d=∆x2+∆y2$$
$$d=\sqrt{8^2+{24}^2}=\sqrt{640}$$
$$d=25,298221281347$$
Untuk mengetahui titik perpotongan sumbu atau $y-intercept$ garis, mari kita susun persamaan garis menggunakan bentuk titik-gradien. Substitusikan nilai-nilai m, x₁, dan y₁ yang telah kita miliki:
$$y-1=3\left(x-1\right)$$
$$y=3x-2$$
Berdasarkan rumus tersebut, y=-2 adalah letak $y-intercept$ dari garis ini. Dengan kata lain, pada saat x=0, posisi y=-2.
Jika y=0:
$$x=\frac{2}{3}=0,666666666666667$$

Sketsa visual di atas menampilkan garis lurus yang sesuai dengan perhitungan. Dalam contoh kasus kita, nilai kemiringannya bersifat positif, m>0, dan kita dapat dengan jelas melihat bahwa pergerakan garisnya menaik secara konsisten dari arah kiri ke arah kanan. Kita juga bisa mengamati bahwa garis tersebut cukup curam, yang dibuktikan dengan besaran sudut kemiringannya yaitu θ ≈ 72°.