
Kalkulator Segitiga Siku-Siku
Kalkulator segitiga siku-siku online untuk menghitung panjang sisi, sudut, hipotenusa, luas, dan keliling secara cepat dan akurat. Coba gratis sekarang!
| Hasil | |||
|---|---|---|---|
| a | 3 | ||
| b | 4 | ||
| c | 5 | ||
| h | 2.4 | ||
| α | 36.8699° = 0.6435011 rad | ||
| β | 53.1301° = 0.9272952 rad | ||
| area | 6 | jari-jari dalam | 1 |
| keliling | 12 | jari-jari luar | 2.5 |
Ada kesalahan dengan perhitungan Anda.
Terakhir diperbarui: 3 Juni 2026
Daftar Isi
- Kalkulator Segitiga Siku-Siku
- Batasan Input pada Kalkulator Segitiga Siku-Siku
- Segitiga Siku-Siku: Definisi dan Informasi Penting
- Teorema Pythagoras
- Rumus-Rumus Penting Lainnya
- Contoh Perhitungan Segitiga Siku-Siku
- Segitiga Siku-Siku Istimewa
Kalkulator Segitiga Siku-Siku
Kalkulator segitiga siku-siku adalah alat hitung online yang dirancang khusus untuk memecahkan berbagai perhitungan terkait segitiga siku-siku secara cepat dan akurat. Cukup masukkan dua nilai yang diketahui, dan kalkulator pintar ini akan secara otomatis menghitung nilai-nilai lain yang belum diketahui. Parameter yang didukung meliputi panjang sisi segitiga (a, b, dan c), sudut lancip (α dan β), keliling (P), luas (A), serta garis tinggi ke hipotenusa (h).
Cara menggunakan kalkulator ini sangat mudah: masukkan dua nilai dari parameter di atas, lalu klik tombol "Hitung". Jika Anda ingin mengulang perhitungan, cukup klik "Hapus" untuk mengosongkan semua kolom input.
Anda dapat memasukkan nilai sudut dalam satuan derajat maupun radian. Untuk memasukkan nilai radian yang mengandung π, gunakan notasi "pi". Sebagai contoh, jika sudut yang ingin dihitung adalah π/3, Anda cukup mengetikkan "pi/3".
Setelah dihitung, alat ini tidak hanya menampilkan hasil akhir, tetapi juga menyertakan penjabaran langkah-langkah perhitungannya secara detail. Selain itu, Anda akan melihat ilustrasi segitiga dengan skala yang sesuai, lengkap dengan nilai jari-jari lingkaran dalam (inradius) dan jari-jari lingkaran luar (circumradius).
Batasan Input pada Kalkulator Segitiga Siku-Siku
- Anda wajib memasukkan tepat dua nilai awal.
- Nilai sudut α dan β harus bernilai kurang dari 90° atau (π/2) rad.
- Panjang garis tinggi ke hipotenusa (h) tidak boleh melebihi panjang sisi siku-sikunya (a atau b).
- Panjang setiap sisi (a, b, atau c) harus lebih kecil dari jumlah kedua sisi lainnya (merujuk pada Aturan Ketaksamaan Segitiga).
- Untuk setiap panjang sisi miring (hipotenusa) yang ditentukan, segitiga memiliki batas keliling maksimum. Kalkulator tidak akan memproses nilai keliling yang melebihi batas ini. Keliling maksimum pada segitiga siku-siku dengan panjang hipotenusa tertentu terjadi pada kasus segitiga siku-siku sama kaki (a=b). Dalam kondisi ini, \$a=b=\frac{c}{\sqrt2}\$, sehingga keliling maksimumnya adalah \$P=a+b+c=c+\frac{2c}{\sqrt2}\$.
Segitiga Siku-Siku: Definisi dan Informasi Penting
Segitiga siku-siku adalah jenis segitiga di mana salah satu sudutnya tepat sebesar 90° atau \$\frac{π}{2}\ rad\$. Sisi terpanjang yang berhadapan langsung dengan sudut siku-siku disebut sebagai sisi miring atau hipotenusa. Dua sisi lainnya yang saling tegak lurus membentuk sudut siku-siku dikenal sebagai sisi siku-siku (terkadang disebut catheti atau kaki segitiga).
Umumnya, sisi siku-siku b berfungsi sebagai alas segitiga, sedangkan sisi siku-siku a bertindak sebagai tinggi segitiga.
Sisi siku-siku selalu lebih pendek daripada hipotenusa. Karena salah satu sudut bernilai 90° dan total sudut dalam segitiga selalu 180°, maka jumlah kedua sudut lancip lainnya juga pasti 90° (α + β = 90°). Hubungan panjang antar sisi segitiga siku-siku dijelaskan secara fundamental melalui Teorema Pythagoras.
Teorema Pythagoras
Teorema Pythagoras adalah konsep matematis paling esensial yang menghubungkan panjang ketiga sisi pada segitiga siku-siku. Teorema ini menyatakan bahwa kuadrat sisi miring (hipotenusa) sama dengan jumlah kuadrat dari kedua sisi siku-sikunya:
$$c^2=a^2+b²$$
Dengan demikian, jika Anda hanya mengetahui panjang kedua sisi siku-sikunya, panjang hipotenusa dapat dihitung menggunakan rumus:
$$c=\sqrt{a^2+b²}$$
Sebaliknya, jika Anda mengetahui panjang hipotenusa dan salah satu sisi siku-siku, panjang sisi siku-siku yang lain dapat dicari dengan cara berikut:
$$a=\sqrt{c^2-b²}$$
$$b=\sqrt{c^2-a^2}$$
Teorema Pythagoras merupakan tulang punggung perhitungan segitiga siku-siku dan diakui sebagai salah satu teorema paling krusial dalam disiplin geometri Euclidean.
Rumus-Rumus Penting Lainnya
Selain Teorema Pythagoras, beberapa rumus matematika berikut sangat berguna untuk menghitung berbagai parameter segitiga siku-siku yang belum diketahui:
Keliling segitiga adalah total panjang seluruh sisinya, yang dirumuskan dengan:
$$P = a + b + c$$
Luas segitiga siku-siku dihitung menggunakan rumus:
$$A=\left( \frac{1}{2} \right)ab$$
Untuk mencari sudut lancip pada segitiga siku-siku, kita memanfaatkan fungsi trigonometri dasar: sinus, kosinus, dan tangen. Sebelum menggunakan fungsi ini, kita perlu mengidentifikasi sisi depan (berlawanan) dan sisi samping (berdekatan) dari sudut yang bersangkutan. Hipotenusa dan salah satu sisi siku-siku akan membentuk sudut lancip. Sisi siku-siku pembentuk sudut inilah yang dinamakan sisi samping, sedangkan sisi siku-siku yang berada tepat di seberang sudut disebut sisi depan. Sebagai contoh, pada ilustrasi di bawah, a adalah sisi depan dari sudut α, dan b adalah sisi sampingnya.

Sinus suatu sudut lancip dihitung sebagai perbandingan antara panjang sisi depan dengan panjang sisi miring (hipotenusa):
$$\sin{\alpha}=\frac{a}{c}, \sin{\beta}=\frac{b}{c}$$
Kosinus suatu sudut lancip dihitung sebagai perbandingan antara panjang sisi samping dengan panjang sisi miring:
$$\cos{\alpha}=\frac{b}{c}, \cos{\beta}=\frac{a}{c}$$
Tangen suatu sudut lancip adalah rasio perbandingan antara panjang sisi depan dengan panjang sisi samping:
$$\tan{\alpha}=\frac{a}{b}, \tan{\beta}=\frac{b}{a}$$
Panjang garis tinggi ke hipotenusa (h) dihitung dengan:
$$h=\frac{ab}{c}$$
Kalkulator pintar ini juga mampu menemukan nilai jari-jari lingkaran dalam dan lingkaran luar segitiga menggunakan rumus matematis berikut:
$$inradius=\frac{ab}{a+b+c}$$
$$circumradius=\frac{c}{2}$$
Contoh Perhitungan Segitiga Siku-Siku
Mari kita asumsikan sebuah kasus di mana kita memiliki segitiga siku-siku dengan panjang kedua sisi siku-sikunya diketahui: a = 3 dan b = 4. Kita akan menerapkan rumus-rumus di atas untuk mencari semua nilai yang belum diketahui.
Pertama, kita cari panjang hipotenusa (c) menggunakan Teorema Pythagoras:
$$c=\sqrt{a^2+b²}=\sqrt{3^2+4^2}=\sqrt{9+16}+\sqrt{25}=5$$
$$c=5$$
Selanjutnya, mari kita hitung nilai sudut lancip segitiga. Berdasarkan rumus trigonometri yang telah dijelaskan:
$$\sin{\alpha}=\frac{a}{c}$$
sehingga,
$$\alpha=arcsin\left(\frac{a}{c}\right)$$
$$\alpha=arcsin\left(\frac{3}{5}\right)=arcsin(0,6)=0,6435\ rad\ =\ 36,87° = 36°52'12"$$
Dengan metode perhitungaan yang sama untuk sudut β:
$$\sin{\beta}=\frac{b}{c}$$
sehingga,
$$\beta=arcsin\left(\frac{b}{c}\right)$$
$$\beta=arcsin\left(\frac{4}{5}\right)=arcsin(0,8)=0,9273\ rad\ =\ 53,13° = 53°7'48"$$
Sekarang kita hitung garis tinggi ke hipotenusa (h):
$$h=\frac{ab}{c}=\frac{3×4}{5}=\frac{12}{5}=2,4$$
Untuk luas segitiga (A), perhitungannya adalah:
$$A=\frac{1}{2}ab=\frac{a× b}{2}=\frac{3×4}{2}=6$$
Untuk menemukan keliling segitiga (P):
$$P = a + b + c = 3 + 4 + 5 = 12$$
Jari-jari lingkaran dalam (inradius) dihitung sebagai berikut:
$$inradius=\frac{ab}{a+b+c}=\frac{3×4}{3+4+5}=\frac{12}{12}=1$$
Dan terakhir, perhitungan jari-jari lingkaran luar (circumradius):
$$circumradius=\frac{c}{2}=\frac{5}{2}=2.5$$
Segitiga Siku-Siku Istimewa
Dalam studi geometri, terdapat dua jenis segitiga siku-siku istimewa yang sangat populer—yaitu segitiga 45-45-90 dan segitiga 30-60-90. Panjang sisi-sisi pada segitiga istimewa ini memiliki rasio perbandingan matematika yang unik dan konsisten.
Segitiga Siku-Siku Sama Kaki

Segitiga siku-siku dengan sudut lancip 45° dan 45° memiliki dua sudut yang besarnya identik. Oleh karena itu, panjang kedua sisi siku-sikunya pasti sama, yang menjadikannya sebagai segitiga siku-siku sama kaki. Rasio panjang sisi-sisinya berbanding lurus sebagai berikut:
$$a : b : c = 1 : 1 : \sqrt{2}$$
Segitiga 30-60-90

Sesuai dengan penamaannya, segitiga istimewa ini memiliki sepasang sudut lancip sebesar 30° dan 60°. Rasio perbandingan panjang antar sisinya adalah:
$$a : b : c = 1 : \sqrt{3} : 2$$
di mana 'a' adalah panjang sisi yang berada tepat di depan sudut 30°, 'b' merupakan sisi yang berhadapan dengan sudut 60°, dan 'c' mempresentasikan sisi miring (hipotenusa).

