Kalkulator Rata-rata
Hitung nilai rata-rata (mean) dengan cepat dan akurat menggunakan Kalkulator Rata-rata online kami. Dapatkan hasil instan beserta langkah perhitungannya!
Data Masukan
Rata-rata
Jumlah
Banyak Data
=
389
8
=
48.625
| Jumlah | 389 | Terbesar | 234 |
|---|---|---|---|
| Banyak Data | 8 | Terkecil | 2 |
| Median | 23 | Rentang | 232 |
| Rata-rata geometris | 22.87894539 |
Ada kesalahan dengan perhitungan Anda.
Memahami Rata-rata: Mean, Median, Geometris, dan Tertimbang
Terakhir diperbarui: 28 Juli 2026
Daftar Isi
- Rata-rata
- Rata-rata Sederhana
- Mean Geometris
- Rata-rata Tertimbang
- Kalkulator Rata-rata Nilai: Membobotkan Tes, Tugas, dan Ujian Akhir
- Median
- Perbedaan Antara Rata-rata dan Median
- Pertanyaan Umum tentang Rata-rata
- Bagaimana Cara Mencari Rata-rata dari Sekelompok Angka?
- Bagaimana Cara Menghitung Mean?
- Apa Perbedaan Antara Mean, Median, dan Modus?
- Bagaimana Cara Mencari Rata-rata dari Persentase?
- Bagaimana Cara Merata-ratakan Waktu?
- Bisakah Nilai Rata-rata Lebih Besar dari Semua Nilai dalam Kumpulan Data?
- Mengapa Nilai Rata-rata Terkadang Menyesatkan?
- Kapan Menggunakan Rata-rata
- Kapan Menggunakan Median
Kalkulator rata-rata online ini memudahkan Anda menghitung nilai rata-rata dari kumpulan data (dataset) apa pun secara cepat dan akurat. Cukup ketik, salin, atau tempelkan data Anda ke dalam kotak yang tersedia. Pastikan untuk memisahkan setiap titik data dengan tanda koma, lalu klik tombol "Hitung".
Secara instan, kalkulator rata-rata ini akan menampilkan hasil akhir (mean aritmetika), langkah-langkah perhitungan terperinci, serta berbagai ukuran statistik penting lainnya yang relevan dengan data Anda.
Kalkulator ini memiliki tiga mode. Sederhana menghitung rata-rata dari daftar angka biasa. Tertimbang menggunakan daftar bobot kedua, sehingga nilai yang lebih penting akan dihitung lebih besar — ini adalah cara menghitung rata-rata nilai, imbal hasil portofolio, dan skor survei. Waktu menerima durasi yang ditulis sebagai hh:mm:ss atau mm:ss dan memberikan hasil berupa durasi alih-alih desimal, yang merupakan kebutuhan untuk waktu putaran, durasi giliran kerja (shift), dan sesi belajar.
Rata-rata
Rata-rata didefinisikan sebagai nilai tengah atau mean dari sebuah kumpulan data. Seluruh angka di dalam data akan digunakan untuk menghitung rata-rata, sehingga hasilnya secara akurat mewakili keseluruhan nilai. Dalam ilmu statistik, rata-rata dianggap sebagai salah satu ukuran pemusatan data (central tendency) dan ringkasan metrik yang paling penting.
Mean aritmetika sederhana merupakan bentuk rata-rata yang paling umum digunakan. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat beberapa jenis rata-rata lainnya? Ini termasuk mean geometris, rata-rata tertimbang (weighted average), mean aritmetika gabungan, mean harmonik, dan sebagainya.
Dalam dunia statistik, rata-rata dari suatu populasi dilambangkan dengan simbol μ (Mu), sedangkan rata-rata dari suatu sampel dilambangkan dengan X̄ (X-bar).
Rata-rata Sederhana
Rata-rata sederhana dihitung dengan menjumlahkan seluruh nilai dalam data, kemudian membaginya dengan jumlah total item data tersebut. Istilah ini sering disebut juga sebagai mean, mean aritmetika, atau cukup "rata-rata".
Untuk menghitung nilai rata-rata populasi, kita dapat menggunakan rumus rata-rata berikut:
μ = Jumlah seluruh nilai dalam dataset / Jumlah total item dalam populasi = ΣX / N
Sementara itu, untuk menghitung nilai rata-rata sampel, kita menggunakan rumus di bawah ini:
X̄ = Jumlah seluruh nilai dalam dataset / Jumlah total item dalam sampel = ΣX / n
Mari kita pelajari cara menghitung rata-rata melalui contoh studi kasus berikut.
Contoh
Tabel di bawah ini menampilkan daftar nilai ujian Jasmine untuk tujuh mata pelajaran pada semester lalu. Berapakah rata-rata nilai ujian Jasmine?
| Mata Pelajaran | Skor |
|---|---|
| Manajemen | 84 |
| Komunikasi | 90 |
| Akuntansi | 75 |
| Ekonomi | 60 |
| Statistik Bisnis | 85 |
| Studi Internasional | 92 |
| Matematika | 81 |
Solusi
Skor rata-rata = ΣX / N = (84 + 90 + 75 + 60 + 85 + 92 + 81) / 7 = 567 / 7 = 81
Rata-rata merupakan konsep matematika yang sudah sangat familier di telinga banyak orang. Istilah seperti penghasilan rata-rata, rata-rata biaya produksi, harga rata-rata, nilai ujian rata-rata, hingga konsumsi bahan bakar rata-rata pasti sering Anda dengar. Dalam kehidupan sehari-hari, cara menghitung rata-rata sederhana ini sudah menjadi standar mutlak. Rata-rata sederhana atau mean aritmetika ini juga sering dijuluki sebagai rata-rata ideal.
Namun, dalam beberapa situasi spesifik, kita membutuhkan ukuran pemusatan data yang berbeda. Mari kita bahas lebih lanjut.
Mean Geometris
Mean aritmetika bukanlah metrik pengukuran yang tepat untuk menghitung tingkat rata-rata pertumbuhan dari waktu ke waktu. Untuk kebutuhan ini, Mean Geometris—yang sangat sering diaplikasikan dalam bidang akuntansi dan keuangan (seperti pada perhitungan bunga majemuk)—merupakan indikator statistik yang jauh lebih akurat. Hal ini dikarenakan persentase tingkat pertumbuhan bersifat multiplikatif (perkalian), bukan sekadar aditif (penjumlahan).
Mean geometris dari sebuah dataset didefinisikan sebagai akar pangkat n dari hasil perkalian n buah item data. Nilainya didapatkan dengan mengalikan semua angka yang ada di dalam data secara bersamaan, lalu menarik akar pangkat n dari hasil perkalian tersebut (di mana n mewakili jumlah total item dalam data). Penggunaan mean geometris akan sangat krusial ketika Anda menganalisis data rasio, persentase, maupun rata-rata tingkat pertumbuhan majemuk.
$$Rata-rata\ Geometris = \sqrt[n]{x₁×x₂×x₃×…×xₙ} = (x₁×x₂×x₃×…×xₙ)^{\frac{1}{n}}$$
Mari kita cari nilai Mean Geometris dengan menggunakan contoh nilai Jasmine di atas.
$$Rata-rata\ Geometris = \sqrt[7]{84×90×75×60×85×92×81} = 80,31$$
Catatan penting: Nilai mean geometris akan selalu sama dengan atau lebih kecil dari rata-rata sederhana (mean aritmetika).
Pada contoh kasus kita:
Rata-rata Geometris ≤ Rata-rata Aritmetika
80,31 < 81
Anda dapat mengandalkan kalkulator rata-rata online kami untuk melakukan lebih dari sekadar menghitung mean aritmetika. Alat statistik ini juga dilengkapi dengan fitur cerdas untuk menghasilkan perhitungan mean geometris dari data Anda secara otomatis dan instan.
Rata-rata Tertimbang
Di dalam rumusan mean aritmetika sederhana, setiap angka dianggap memiliki tingkat kepentingan atau bobot yang sama persis. Sayangnya, pada kenyataan praktis, kita tidak selalu bisa menyamaratakan porsi tingkat kepentingan dari setiap nilai di dalam sebuah kumpulan data.
Pada contoh studi kasus Jasmine di atas, kita menghitung rata-rata dengan murni menjumlahkan seluruh skor lalu membaginya dengan total mata pelajaran. Kita belum memperhitungkan rasio tingkat kepentingan relatif (misalnya: jumlah SKS) dari masing-masing mata pelajaran tersebut.
Rata-rata tertimbang (weighted average) wajib digunakan ketika kita harus memasukkan unsur bobot kepentingan relatif dari masing-masing item ke dalam perhitungan nilai rata-rata. Rata-rata tertimbang dihitung dengan membagi jumlah keseluruhan "nilai tertimbang" dengan total bobot. Nilai tertimbang itu sendiri diperoleh dengan mengalikan setiap angka data mentah dengan bobot aslinya masing-masing.
Gunakan formula berikut untuk menemukan rata-rata tertimbang:
Rata-rata tertimbang = Jumlah nilai tertimbang / Jumlah bobot = ΣWX / ΣW
Contoh
Asumsikan bahwa setiap mata pelajaran pada contoh Jasmine memiliki bobot kepentingan (SKS) yang berbeda-beda. Berikut ini adalah pembaruan tabel data untuk nilai 7 mata pelajaran Jasmine dari semester lalu beserta pembobotannya:
Tabel Rata-rata Tertimbang Skor Jasmine
| Mata Pelajaran | Skor | Bobot |
|---|---|---|
| Manajemen | 84 | 3 |
| Komunikasi | 90 | 2 |
| Akuntansi | 75 | 4 |
| Ekonomi | 60 | 3 |
| Statistik Bisnis | 85 | 3 |
| Studi Internasional | 92 | 2 |
| Matematika | 81 | 3 |
Solusi
Skor rata-rata tertimbang = ΣWX / ΣW = (84×3+90×2+75×4+60×3+85×3+92×2+81×3)/(3+2+4+3+3+2+3) = (252+180+300+180+255+184+243)/20 = 1594/20 = 79,7
Untuk menjalankan ini pada kalkulator di atas, beralihlah ke tab Weighted (Tertimbang), tempelkan skor ke bagian Nilai (84, 90, 75, 60, 85, 92, 81) dan bobot ke bagian Bobot (3, 2, 4, 3, 3, 2, 3). Bobot tidak harus berjumlah 100 atau angka tertentu lainnya — jam SKS mentah, persentase nilai akhir, dan jumlah biasa semuanya dapat digunakan, karena rumus akan membagi dengan jumlah total bobot apa adanya.
Kalkulator Rata-rata Nilai: Membobotkan Tes, Tugas, dan Ujian Akhir
Pembobotan nilai adalah penggunaan rata-rata tertimbang yang paling umum, dan tab Weighted di atas dapat berfungsi sebagai kalkulator rata-rata nilai tanpa perlu diubah namanya. Jika silabus menyatakan tugas berbobot 20% dari nilai akhir, ujian tengah semester 30%, dan ujian akhir 50%, persentase tersebut adalah bobotnya: masukkan ketiga nilai Anda sebagai nilai dan 20, 30, 50 sebagai bobot.
Seorang siswa dengan nilai 95 untuk tugas, 78 untuk ujian tengah semester, dan 84 untuk ujian akhir akan mendapatkan (95×20 + 78×30 + 84×50) / 100 = 84,4 — jauh di bawah rata-rata sederhana sebesar 85,7, karena nilai terendah memiliki bobot paling besar. Selisih tersebut adalah alasan utama mengapa nilai diberi bobot dan tidak sekadar dirata-ratakan biasa, dan itulah mengapa memeriksa rata-rata mata kuliah secara manual sangat sering kali berbeda dengan buku nilai.
Bobot yang Tidak Berjumlah 100
Bobot tidak harus berjumlah 100. Kalkulator akan membagi dengan total bobot apa pun yang ada, sehingga ketiga contoh berikut dapat berfungsi dengan baik:
| Jenis Bobot | Contoh | Total |
|---|---|---|
| Persentase nilai akhir | 20, 30, 50 |
100 |
| SKS per mata kuliah | 3, 4, 3, 2 |
12 |
| Nilai poin maksimal setiap tugas | 50, 100, 200 |
350 |
Kasus ketiga sangat penting untuk dijelaskan, karena di sinilah rata-rata sederhana paling menyesatkan: kalkulator rata-rata ujian yang memperlakukan kuis 50 poin dan ujian akhir 200 poin secara setara akan memberikan nilai yang terlalu tinggi bagi siswa yang hanya mengerjakan tugas-tugas kecil dengan baik. Masukkan nilai poin sebagai bobot dan hasilnya akan sesuai dengan buku nilai.
Menghitung Skor yang Anda Butuhkan
Karena rata-rata tertimbang hanyalah Σ(w·x) ÷ Σw, tab yang sama dapat menjawab pertanyaan sebaliknya — berapa nilai yang saya butuhkan pada ujian akhir? Jumlahkan nilai tertimbang yang sudah Anda miliki, kurangi dari target, lalu bagi dengan bobot ujian akhir. Jika Anda memiliki nilai 95 untuk tugas (20%) dan 78 untuk ujian tengah semester (30%), untuk mempertahankan rata-rata 85 Anda membutuhkan (85×100 − 95×20 − 78×30) / 50 = 85,2 pada ujian akhir.
Median
Median adalah nilai titik tengah dari suatu kumpulan data setelah angka-angkanya diurutkan secara menaik (dari yang terendah ke tertinggi) atau secara menurun (dari yang tertinggi ke terendah). Singkatnya, median adalah garis pemisah yang membelah struktur array data secara simetris menjadi dua bagian yang sama besar. Hasilnya, 50% porsi data akan selalu berada di bawah nilai median, dan 50% sisanya akan berada di atas nilai median.
Metode Perhitungan Median
Langkah pertama dalam mencari nilai median adalah menemukan posisinya menggunakan rumus matematika di bawah ini:
$$Posisi\ median = \left( \frac{n+1}{2} \right)^{th}\ item$$
Keterangan: "n" mewakili jumlah keseluruhan item di dalam dataset.
Jika jumlah total item dalam data bersifat ganjil, maka nilai yang tepat berada di posisi tengah mutlak adalah mediannya. Namun, jika total item berjumlah genap, nilai median didapatkan dengan cara menghitung rata-rata dari dua angka yang terapit di tengah.
Perbedaan Antara Rata-rata dan Median
-
Rata-rata (mean) dihitung dengan menjumlahkan seluruh nilai dalam sebuah dataset lalu membaginya dengan jumlah observasi. Hasil akhirnya sangat sensitif karena mempertimbangkan setiap angka sekecil apa pun di dalam data. Sebaliknya, median hanyalah titik tengah hierarkis dari data yang telah diurutkan. Median sekadar memotong data menjadi dua kelompok yang sama besar, tanpa mempedulikan seberapa ekstrem besaran nilai di dalamnya.
-
Secara visual, rata-rata maupun median dapat diperkirakan melalui representasi grafik. Rata-rata sangat mudah ditebak pada distribusi data yang simetris sempurna karena titiknya mutlak berada di pusat. Sementara itu, nilai median paling mudah ditentukan secara instan dengan melihat garis tengah pada representasi grafik boxplot (diagram kotak-garis).
-
Keduanya memegang peran yang amat vital dalam analisis statistik tingkat lanjut. Rata-rata adalah indikator terbaik untuk jenis data yang terdistribusi normal tanpa outlier (pencilan), serta selalu digunakan sebagai basis perhitungan varians dan standar deviasi. Di sisi lain, median sangat berharga sebagai acuan ukuran pemusatan jika data yang diolah bersifat miring (skewed) atau tercemar nilai ekstrem. Median juga menjadi tumpuan utama dalam berbagai uji statistik non-parametrik yang tidak terikat pada pola distribusi data tertentu.
Pertanyaan Umum tentang Rata-rata
Bagaimana Cara Mencari Rata-rata dari Sekelompok Angka?
Jumlahkan semua angka, lalu bagi dengan jumlah angka tersebut. Itulah seluruh metodenya: untuk 10, 2, 38, dan 23, jumlahnya adalah 73 dan banyaknya angka ada 4, sehingga rata-ratanya adalah 73 ÷ 4 = 18,25. Kalkulator di atas menampilkan kedua bagian dari pecahan tersebut di samping hasilnya, sehingga proses aritmetikanya tetap terlihat jelas dan tidak tersembunyi di balik hasil akhir.
Bagaimana Cara Menghitung Mean?
Dengan cara yang sama. "Mean" dan "rata-rata" merujuk pada angka yang sama dalam penggunaan sehari-hari — jumlah dibagi banyaknya data, yang secara formal disebut mean aritmetika. Kata "mean" lebih disukai dalam statistik karena ada beberapa jenis mean (aritmetika, geometris, harmonis) dan istilah ini membedakannya, sementara "rata-rata" dalam bahasa sehari-hari bisa secara longgar berarti median atau bahkan modus.
Apa Perbedaan Antara Mean, Median, dan Modus?
Ketiganya menjawab tiga pertanyaan berbeda tentang data yang sama. Mean menyeimbangkan nilai-nilai: ini adalah titik di mana jarak nilai di atas dan di bawahnya saling meniadakan. Median membagi jumlah data: setengah nilai berada di bawahnya, setengah di atasnya. Modus hanyalah nilai yang paling sering muncul. Untuk 2, 3, 3, 4, dan 88, mean-nya adalah 20, median-nya adalah 3, dan modus-nya adalah 3 — tiga jawaban sah untuk "apa yang khas di sini", itulah sebabnya satu pencilan berupa angka 88 membuat mean menjadi ukuran yang paling tidak berguna di antaranya.
Bagaimana Cara Mencari Rata-rata dari Persentase?
Hanya rata-ratakan persentase secara langsung jika persentase tersebut menggambarkan kelompok dengan ukuran yang sama. Jika 40% dari tim beranggotakan 10 orang dan 60% dari tim beranggotakan 90 orang menjawab ya, angka yang jujur bukanlah 50% — melainkan (0,40×10 + 0,60×90) / 100 = 58%. Itu adalah rata-rata tertimbang dengan ukuran kelompok sebagai bobotnya, yang merupakan fungsi utama dari tab Weighted. Merata-ratakan kedua persentase sebagai angka biasa secara diam-diam mengasumsikan kedua kelompok tersebut berukuran sama.
Bagaimana Cara Merata-ratakan Waktu?
Ubah setiap durasi ke dalam satu satuan yang sama, cari rata-ratanya, lalu ubah kembali ke format semula. Tiga putaran dengan waktu 1:45:30, 2:10:00, dan 1:58:15 setara dengan 21.225 detik; jika dibagi tiga menjadi 7.075 detik, atau 1:57:55. Tab Waktu (Time) melakukan konversi ini untuk Anda dan juga menampilkan hasilnya dalam desimal jam (1,9653 jam), yaitu format yang paling sering diminta oleh lembar absensi dan faktur.
Bisakah Nilai Rata-rata Lebih Besar dari Semua Nilai dalam Kumpulan Data?
Tidak. Mean selalu berada di antara nilai terkecil dan terbesar — ini adalah sifat dari aritmetika itu sendiri, bukan sebuah kebetulan. Jika rata-rata yang dihitung berada di luar rentang tersebut, pasti ada kesalahan aritmetika di suatu tempat. Rata-rata tertimbang mematuhi aturan yang sama selama bobotnya tidak negatif, yang merupakan salah satu alasan mengapa bobot negatif biasanya merupakan kesalahan input data, bukan pilihan pemodelan.
Mengapa Nilai Rata-rata Terkadang Menyesatkan?
Karena satu nilai ekstrem dapat menariknya secara signifikan. Sembilan orang yang berpenghasilan $40.000 dan satu orang berpenghasilan $1.000.000 memiliki pendapatan rata-rata (mean) sebesar $136.000 — angka yang tidak menggambarkan siapa pun di ruangan itu. Median sebesar $40.000 menggambarkan sembilan dari sepuluh orang tersebut. Setiap kali sebuah distribusi memiliki ekor yang panjang (pencilan), laporkan median di samping mean; kalkulator di atas memberikan keduanya dari input yang sama, sehingga perbandingan ini bisa didapatkan dengan mudah.
Kapan Menggunakan Rata-rata
Rata-rata adalah metrik ukuran pemusatan data yang paling direkomendasikan ketika kumpulan data Anda memiliki kurva distribusi simetris yang rapi tanpa adanya nilai-nilai ekstrem. Rata-rata menawarkan indikator titik pusat yang sangat solid karena proses matematisnya melibatkan keseluruhan nilai data. Namun, jika dataset Anda memuat outlier (angka yang melenceng terlalu jauh atau ekstrem), sangat disarankan untuk menyingkirkannya terlebih dahulu sebelum menghitung nilai rata-rata guna menjamin validitas dari tingkat kecenderungan sentralnya.
Kapan Menggunakan Median
Median adalah ukuran pemusatan data primadona saat Anda harus berkutat dengan kurva distribusi yang miring atau saat data Anda dipenuhi banyak nilai ekstrem (outlier). Karena median sekadar mencari nilai urutan tengah dari sekelompok data yang sudah disortir, posisinya sama sekali tidak terpengaruh oleh seberapa besar atau kecilnya sebuah nilai ekstrem—berbanding terbalik dengan rata-rata. Pada skenario data yang berantakan seperti ini, median sanggup memberikan representasi titik pusat yang jauh lebih realistis dan akurat tanpa takut mengalami distorsi hasil.
Mari kita buktikan hal ini dengan sedikit memodifikasi contoh kasus nilai Jasmine untuk menelaah dampak destruktif dari sebuah outlier.
Contoh
Asumsikan bahwa Jasmine ternyata mendapatkan nilai 15 yang sangat buruk pada mata pelajaran Studi Internasional (bukan 92 seperti sebelumnya). Berapakah rata-rata nilai semester Jasmine yang baru?
| Mata Pelajaran | Skor |
|---|---|
| Manajemen | 84 |
| Komunikasi | 90 |
| Akuntansi | 75 |
| Ekonomi | 60 |
| Statistik Bisnis | 85 |
| Studi Internasional | 15 |
| Matematika | 81 |
Solusi
Skor rata-rata = ΣX / N = (84+90+75+60+85+15+81)/7 = 490/7 = 70
Lihatlah, skor rata-rata yang baru kini menjadi 70. Nilainya anjlok drastis, merosot 11 poin dari yang tadinya 81. Dari demonstrasi ini, Anda bisa melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana satu buah outlier mampu mengacaukan keseluruhan hasil perhitungan rata-rata.
Dalam situasi data yang terpincang seperti ini, perhitungan median merupakan opsi ukuran tendensi sentral yang jauh lebih masuk akal dibandingkan mean. Untuk memberikan gambaran komparasi yang utuh, mari kita hitung nilai median dari contoh pertama Jasmine di atas (versi data normal yang belum dimodifikasi).
Contoh
Tabel di bawah ini menampilkan deretan skor orisinal Jasmine untuk tujuh mata pelajaran pada semester lalu. Berapakah median dari data skor tersebut?
| Mata Pelajaran | Skor |
|---|---|
| Manajemen | 84 |
| Komunikasi | 90 |
| Akuntansi | 75 |
| Ekonomi | 60 |
| Statistik Bisnis | 85 |
| Studi Internasional | 92 |
| Matematika | 81 |
Solusi
Sebagai langkah pertama, kita harus menyusun data mentah tersebut ke dalam format array. Sesuai preferensi, Anda boleh mengurutkannya secara naik maupun turun. Mari kita urutkan secara menaik dari nilai terendah:
60, 75, 81, 84, 85, 90, 92
$$Posisi\ median = \left( \frac{n+1}{2} \right)^{th}\ item = \left( \frac{7+1}{2} \right)^{th}\ item = 4^{th}\ item$$
Selanjutnya, kita tinggal melihat angka apa yang menempati urutan ke-4 dari array data kita. Angka tersebut adalah 84. Dengan demikian, median dari kumpulan data tersebut adalah 84.
Lalu sekarang, mari kita buktikan kestabilan perhitungan median dengan menerapkannya pada data yang telah disuntikkan nilai outlier.
Contoh
Asumsikan bahwa Jasmine mendapatkan nilai ekstrem 15 (bukannya 92) untuk Studi Internasional. Berapakah skor median Jasmine yang baru untuk semester lalu?
| Mata Pelajaran | Skor |
|---|---|
| Manajemen | 84 |
| Komunikasi | 90 |
| Akuntansi | 75 |
| Ekonomi | 60 |
| Statistik Bisnis | 85 |
| Studi Internasional | 15 |
| Matematika | 81 |
Solusi
Layaknya rutinitas sebelumnya, langkah pertama adalah mengatur ulang skor-skor acak ini ke dalam sebuah array. Mari kita susun datanya dengan urutan yang menaik.
15, 60, 75, 81, 84, 85, 90
$$Posisi\ median = \left( \frac{n+1}{2} \right)^{th}\ item = \left( \frac{7+1}{2} \right)^{th}\ item = 4^{th}\ item$$
Sekarang, kita periksa angka apa yang berada persis di posisi ke-4 dalam rentetan data kita. Angkanya adalah 81, yang kini ditetapkan mewakili nilai median dari dataset tersebut.
Kesimpulannya: Meskipun telah dimasukkan sebuah nilai outlier yang terlampau ekstrem, nilai median terbukti tangguh dan hanya bergeser sedikit ke angka 81 (berbeda jauh dengan nilai rata-rata yang hancur anjlok menjadi 70). Ini adalah bukti absolut bahwa perhitungan median sangat kebal dan tidak mudah terpengaruh oleh anomali atau nilai-nilai ekstrem.